Cerita saya Bisa Masuk UNS SOLO


DSC_0039[1]Sebelum memulai cerita ini saya ingin mengucapkan rasa syukur yang amat banyak kepada ALLAH SWT dan kedua orang tua saya yang telah berjasa banyak bagi diri saya.

Perjalanan panjang dimulai ketika kelas tiga SMA bulan-bulan pertama. Saat itu kepercayaan diri saya turun untuk memikirkan kelanjutan sekolah saya ke tingkat yang lebih tinggi. Mulai dari situ semangat belajar untuk meraih nilai-nilai yang baik turun. Keadaan itu belanjut hingga menjelang ujian Nasional. Otak saya hanya dilingkupi ketakutan serta impian yang berjalan bersama-sama beriringan. Di satu sisi saya memiliki harapan yang besar untuk melanjutkan Studi ke jenjang yang lebih tinggi dengan predikat negeri yang memiliki nama besar. Saya berangan-angan dapat studi pada lingkup properti semisal arsitek atau Desain Interior. Pada saat itu saya belum tahu ada jurusan Pendidikan Teknik Bangunan. Disisi lain kenyataan bahwa saya tidak pernah belajar terlalu serius dan menganggap belajar adalah musuh terbesar saya untuk meraih cita-cita.

Berbeda dengan keinginan orang tua saya. Meskipun saya memilih sekolah-sekolah ikatan dinas yang notabene lebih meringankan beban hidup kami. Tapi mereka kurang srek akan jenjang Diploma. karena mereka menganggap bahwa pembentukan karakter akan jauh lebih baik jika seseorang itu lulusan sarjana, Tapi toh bukan hanya itu faktor yang penting.

Mengetahui sejak awal kondisi saya dalam belajar. saya dan kedua orang tua saya setiap pagi melakukan meeting keluarga setiap pagi untuk membahas pemilihan jurusan pada saat SNMPTN. Alhamdulillah ibu saya mengajukan pilihan berupa jurusan yang mungkin memiliki peluang kelulusan yang lumayan yaitu PWK dan PTB. Saat itu pula ibu saya yang langsung memilihkan UNS Solo sebagai Universitas yang tepat. Atas dasar biaya kuliah dan biaya hidup yang jauh lebih murah dibandingkan universitas lainya.

Jurusan Penidikan Teknik Bangunan

(MAS RAZAN) Jurusan Penidikan Teknik Bangunan 2013

Ujian Nasional sudah didepan mata. Saat itu saya hampir belum siap materi dalam belajar, Seakan UN adalah momok terbesar dalam hidup saya. Pada saat itu mungkin hanya Doa dan amal ibadah jalan satu-satunya yang dapat saya lakukan, Atau mungkin satu-satunya Penolong yang menyelamatkan saya dari Ujian tertinggi dalam jenjang SMA. Alhamdulillah saya diselamatkan dari segala keadaan yang buruk. Setelah itu hampir 2,5 minggu saya menunggu pengumuman hasil Ujian Nasional. Saya habiskan setiap hari mencari info-info tentang perkuliahan macam ikatan dinas, Swasta, atau universitas yang mungkin dapat jadi bahan rujukan untuk saya pilih.

Akhirnya, Pengumuman UN telah sampai. Saya dinyatakan lulus, Namun bukan dengan nilai yang memuaskan. Sejenak keadaan keluarga menjadi hening. Selama beberapa bulan dirumah terjadi pertengkaran-pertengkaran kecil. Saya merasa menyesal karena merasa kurang berjuang lebih keras saat ujian nasional. oang tua saya merasa bingung, marah, dan merasa seakan harapan-harapan besar bagi diri saya seakan sirna. Saat itu bahkan saya berfikir bahwa tidak ada kesempetan lagi bahwa saya akan berkuliah di Universitas Negeri.

Alhamdulillah, setelah sekian waktu menunggu pengumuman. Pada saat pengumuman SNMPTN saya dinyatakan lolos.

Komentar Yang Sopan, Selalu saya Tunggu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s